Cara Mengetahui Intensitas Normal Bayi Buang Air Kecil

Memiliki bayi merupakan anugerah terbesar bagi pasutri yang mendambakannya bertahun-tahun. Tentu orangtua akan memberikan perhatian yang besar pada tumbuh kembang sang bayi. Pada awal kelahiran, si kecil hanya akan buang air kecil 1-2 kali dalam waktu 24 jam setelah konsumsi kolostrum sang ibu. Tentu perkembangan intensitas buang air kecil terus meningkat seiring dengan pertambahan usia bayi. Beli Drypers untuk bayi bisa dikondisikan sesuai dengan perkembangan usia.

Bagaimana cara mengecek intensitas buang air kecil sudah normal?

Orangtua wajib tahu tentang warna urine si kecil sudah normal yaitu kekuningan jernih. Warna urine sama seperti orang dewasa menunjukkan kesehatan bayi sangat baik. Jika urine berwarna kuning gelap seperti teh, maka kondisi tubuh bayi mengalami dehidrasi. Selain itu, Anda harus memperhatikan intensitas buang air kecil buah hati tercinta yang baik berikut:

  1. 8-12 kali sehari

Pada bayi yang sudah berusia lebih dari 5 hari dan aktif menyusui ASI, intensitas buang air kecil menjadi lebih sering setidaknya 8-12 kali sehari. Jika bayi Anda jarang mengalami pipis, segera lakukan pengecekan kesehatan pada petugas medis terkait. Bisa saja bayi mengalami dehidrasi yang bisa berdampak buruk bagi kesehatannya.

  1. 2-5 kali per beberapa jam

Pada bayi yang sudah menginjak usia 3 bulan keatas, intensitas buang air kecil berkurang. Normalnya anak bisa pipis 2-5 kali per beberapa jam tergantung dengan perkembangan usia dan berat badan.

Bisa saja anak yang sudah berusia lebih dari 3 tahun, hanya ingin berkemih dalam hitungan 4 jam sekali atau lebih. Hal ini dipengaruhi oleh berat badan dan intensitas minum yang normal. Anak yang minum normal, maka keinginan pipis bisa terjadi satu jam sekali.

  1. Faktor penyebab intensitas BAK berubah

Ada faktor lain yang mendukung anak ingin BAK lebih sering, misalnya udara yang dingin, minum air yang terlalu banyak, gugup, takut, dan faktor psikologis lain. Anak yang sering BAK tidak masalah asal jumlah urine yang keluar dalam tahap wajar.

Hal berbeda apabila anak mengalami intensitas BAK yang terlalu sering, namun jumlah urine yang keluar sedikit-sedikit. Bisa saja si kecil mengalami indikasi penyakit ISK atau infeksi saluran kemih. Penyakit ISK yang melanda balita bisa disebabkan oleh beli Drypers yang tidak terjaga kebersihannya, terdapat bakteri pada urine, sering menahan BAK, dan lain-lain.

Sebaiknya segera konsultasikan kesehatan anak pada petugas medis agar ISK bisa disembuhkan sedari dini. Pasalnya, bayi yang mengalami ISK dan tidak mendapatkan pengobatan yang benar rentan mengalami penyakit berbahaya pada usia dewasa seperti gagal ginjal.

Meskipun Anda beli Drypers untuk bayi atau anak dibawah umur lima tahun, pastikan untuk mengecek intensitas anak buang air kecil yang normal. Tidak ada salahnya untuk mengajari si kecil toilet training sejak usia 1-2 tahun, ya!

By admin